Senin, 09 November 2015

MODEL PENGOLAHAN TRANSAKSI BAIK MANUAL MAUPUN BERBASIS KOMPUTER

TUGAS
SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

"MODEL PENGOLAHAN TRANSAKSI BAIK MANUAL MAUPUN BERBASIS KOMPUTER"



DISUSUN OLEH :
DORA PUTRI MAULANA (13320028)
FAKULTAS EKONOMI JURUSAN AKUNTANSI
Mata Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi
Dosen : Sakeus Oktavyanus Tarigan, SE,MMSI

MODEL PENGOLAHAN TRANSAKSI BAIK MANUAL MAUPUN BERBASIS KOMPUTER
I.            AKUNTANSI SEBAGAI INFORMASI
I.            Sejarah Perkembangan Akuntansi
Pada awalnya pencatatan transaksi perdagangan dilakukan dengan cara sederhana, yaitu dicatat pada batu, kulit kayu, dan sebagaunya. Catatan tertua ditemukan di Babilonia, Mesir dan Yunani kuno. Pencatatan belum dilakukan secara sistematis da sering tidak lengkap. Pencatatan yang lebih lengkap dikembangkan di Italia setelah dikenal angka – angka decimal arab dan semakin berkembang di dunia usaha pada waktu itu.
Perkembangan akuntansi terjadi bersamaan dengan ditemukannya sistem pembukuan berpasangan (double entrie system) oleh pedagangan Venesia.  Proportionalita yang berisi tentang pelajaran pembukuan untuk para pengusaha. Bagian berisi pelajaran pembukuan itu berjudul “Tractatus De Computis Et Scpriptos”. Sistem pembukuan berpasangan tersebut selanjutnya berkembang dengan system yang menyebut asal negaranya, contoh sistem belanda, sistem Inggris, sistem Amerika Serikat dll. Sistem belanda atau tata buku disebut juga system continental, sistem Inggris dan sistem Amerika disebut system Anglo Saxon.
Pada akhir abad 19, sistem pembukuan berpasangan berkembang di Aamerika Serikat yang disebut Accounting (akuntansi). Di pertengahan abad 20 ntelah dipergunakan computer untuk pengelolahan data akuntansi sehingga praktik pembukuan berpasangan dapat diselesaikan dengan lebih baik dan efisien. Di Indonesia, akuntansi telaj digunakan dalam sebuah pembukuan sejak tahun 1642.
Peraliahan ini didorong oleh dua hal sebagai berikut :
1)      Adanya penanaman modal asing di Indonesia
Dengan adanya penanaman modal asing di Indonesia banyak membawa dampak positif terhadap perkembanagan akuntansi. Perkembangan ini terjadi karena sebagian besar penanaman modal asing (PMA) menggunakan sistem Ameriak Serikat.
2)      Hampir sebagian besar mereka yang berperan dalam kegiatan perkembangan akuntansi menyelesaikan pendidikan di Amerika Serikat dan menerapkan ilmunya di Indonesia.
Akuntansi adalah seni pencatatan, penggololongan, peringkasan yang teoat dan dinyatakan dalam bentuk transaksi – transaksi dan kejadian – kejadian yang setidak – tidaknya bersifat keuangandan penafsiran dari hasil – hasilnya.
II.            Proses kegiatan akuntansi
A.    Proses akuntansi secara garis besar dikelompokkan dalam tiga kelompok, yaitu :
1)    Tahap Pencatatan
Tahap pencatatan dimulai dari mengidentifikasi data-data keuangan perusahaan yang berupa bukti-bukti transaksi . Dari bukti-bukti transakasi tadi kemudian dianalisa pengaruhnya terhadap perubahannya harta, kewajiban dan modal perusahaan. Setelah dilakukan analisa, selanjutnya diterapkan aturan debit kredit dan dicatat pada catatan pertama akuntansi yang di namakan jurnal umum. Selesai pencatatan dalam jurnal umum, setiap akhir periode dilakukan pemindah bukuan atau istilah akuntansinya posting catatan dari jurnal ke buku besar.
2)    Tahap Pengikhtisaran
Setelah tahap pencatatan selesai, selanjutnya tahap pengikhtisaran yang diawali dengan penyusunan neraca sisa dari saldo akhir buku besar. Kemudian dibuatkan jurnal penyesuaian untuk menyesuaikan akun-akun yang belum menunjukkan angka yang sebenarnya. Tahap akhir pada periode ini adalah penyusunan kertas kerja sebagai alat bantu penyusunan laporan keuangan.
3)    Tahap Pelaporan
Tahap yang terakhir adalah penyusunan laporan keuangan yang terdiri dari laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan neraca dan laporan arus kas. Sebelum dilanjutkan pada periode selanjutnya dibuatkan jurnal penutup untuk menutup akun nominal.
B.     Informasi yang dihasilkan akuntansi diperlukan untuk :
1)      Membuat perencanaan yang efektif, pengawasan dan pengambilan keputusan oleh management
2)      Pertanggung jawaban organisasi kepada investor, kreditor, badan pemerintah, dan sebagainya.
C.     Pemakai Informasi Akuntansi
Informasi yang dihasilkan melalui proses akuntansi akan digunakan oleh berbagai pihak yang memerlukan. Para pemakai informasi akuntansi dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu :
1)      Pihak Internal
Pihak internal pemakai informasi akuntansi adalah manajer atau pimpinan perusahaan. Pimpinaan perusahaan membutuhkan informasi akuntansi mengambil berbagai kebijaksanaan dan keputusan dalam menjalankan perusahaan. Disamping itu informasi akuntansi juga merupakan bentuk laporan pertanggungjawaban pimpinan perusahaan kepada pemilik.
2)      Pihak Eksternal
a.       Pemilik
Sebagai orang yang memiliki perusahaan, pemilik memerlukan informasi akuntansi untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan dan hasil yang dicapai oleh perusahaan itu.
b.      Kreditor
Kreditor membutuhkan informasi akuntansi untuk menilai proyeksi kemampuan perusahaan dalam mengembalikan pinjaman terkait dengan pengajuan permohonan kredit.
c.       Investor dan Calon Investor
Investor dan calon investor memerlukan data informasi akuntansi untuk mengetahui profitabilitas perusahaan terkait dengan modal yang telah dan akan ditanamkan.
d.      Karyawan
Karyawan membutuhkan laporan keuangan untuk mengetahui prospek perusahaan di masa depan dan mengusulkan peningkatan kesejahteraan karyawan.
e.       Pemerintah
Pemerintah memerlukan informasi akuntansi untuk menentukan besarnya pajak yang harus dibayarkan perusahaan ke kas negara.
f.       Pihak-pihak Lain :
Ø  Mahasiswa, untuk melakukan penelitian
Ø  Lembaga sosial untuk meneliti kemampuan perusahaan dalam memberikan bantuan
Ø  Partner Usaha yang akan bergabung dengan perusahaan
Ø  Pengamat bursa untuk memberikan penilaian terhadap saham perusahaan
Ø  Pengamat ekonomi untuk memberikan pendapat terkait dengan perekonomian secara umum
D.    Kegunaan informasi akuntansi
1.      Kegunaan informasi secara umum
a)      Untuk mendapatkan informasi keuangan perusahaan yang akurat
b)      Sebagai alat pertanggungjawabkan manajemen kepada para pemilik perusahaan dan
c)      Untuk mengetahui perkembangan perusahaan dari tahun ke tahun
2.      Kegunaan informasi secara khusus
a)      Memberi informasi keuangan yang dipercaya mengenai aktiva, pasiva dan modal
b)      Member informasi yang dapat dipercaya mengenai perubahan aktiva bersih yang timbul dari kegiatan usaha dalam rangka memperoleh laba
c)      Member informasi keuangan yang membantu para pemakai laoran keuangan untuk memperkirakan kemampuan perusahaan dalam memeperoleh laba
d)     Memberikan informasi penting lainnya seperti aktivitas pembiyaan dan investasi
E.     Bidang – bidang akuntansi
1.      Akuntansi keuangan
Akuntansi keuangan disebut juga Akuntansi Umum (General Accounting), yaitu akuntansi yang berhubungan dengan pencatatan transaksi perusahaan dan penyusunan laporan keuangan secara berkala yang berpedoman kepada prinsip akuntansi. Laporan keuangan itu bisa digunakan sebagai informasi intern maupun ekstern perusahaan.
2.      Akuntansi Manajemen (Management Accounting)
Akuntansi management merupakan titik sentral dalam akuntansi manajemen adalah informasi untuk pihak-pihak di dalam perusahaan. Kegunaan akuntansi manajemen antara lain, mengendalikan kegiatan perusahaan, memonitor arus kas, dan menilai alternatif dalam pengambilan keputusan. Misalnya dalam hal penetapan harga jual, pembelajaan, metode produksi dan investasi. Bidang akuntansi ini juga mengolah masalah-masalah khusus yang dihadapi para manajer perusahaan dari berbagai jenjang organisasi dengan menggunakan data historis maupun data tafsiran.
3.      Akuntansi Biaya (Cost Accounting)
Akuntansi biaya adalah bidang akuntansi yang menekankan kegiatan pada penetapan biaya dan kontrol atas biaya. Terutama yang berhubungan dengan biaya produksi suatu barang. Di samping itu salah satu fungsi utama akuntansi biaya adalah pengumpulan dan menganalisa data mengenai biaya, baik yang telah maupun yang akan terjadi untuk digunakan oleh pemimpin perusahaan sebagai alat kontrol atas kegiatan yang telah dilakukan serta alat untuk membuat rencana di masa mendatang.
4.      Akuntansi Pemeriksaan (Auditing Accounting)
Akuntansi pemeriksaan merupakan kegiatan akuntansi yang berhubungan dengan pemeriksaan keuangan atau akuntansi umum. Akuntansi publik melakukan pemeriksaan terhadap catatan-catatan yang mendukung laporan keuangan dengan menyatakan kelayakan dan dapat dipercayainya suatu laporan. 
5.      Akuntansi Anggaran (Budgeting Accounting)
Akuntansi anggaran adalah bidang akuntansi yang berhubungan dengan penyusunan rencana keuangan mengenai kegiatan perusahaan untuk suatu jangka waktu tertentu di masa mendatang serta analisa dan pengontrolannya.
6.      Akuntansi Pemerintahan (Governtment Accounting)
Akuntansi pemerintahan adalah bidang akuntansi yang kegiatannya berhunungan dengan masalah pemeriksaan keuangan Negara, sering disebut dengan istilah administrasi keuangan negara.
7.      Akuntansi Perpajakan (Tax Accounting)
Akuntansi perpajakan adalah bidang akuntansi perpajakan mencakup penyusunan surat pemberitahuan pajak serta mempertimbangkan konsekuensi perpajakan dari transaksi usaha yang direncanakan.
8.      Akuntansi perbankan
Akuntansi perbankan adalah proses akuntansi bank bertujuan untuk kepentingan pencatatan, penganalisaan, dan penafsiran data keuangan guna memenuhi kebutuhan berbagai pihak.Laporan keuangan bank harus sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang telah diterima secara luas atau Teknik pembukuan, posting, dan pencatatan semua transaksi yang dilakukan dalam kegiatan operasional suatu Bank.
9.      Akuntansi Pendidikan (Accounting Instruction/Education)
Akuntansi Pendidikan adalah bidang khusus akuntansi yang kegiatannya mengarah ke bidang pendidikan, yaitu dalam kegiatan belajar dan mengajar akuntansi atau segi-segi lainnya yang berkaitan dengan masalah pendidikan itu sendiri.
10.  Sistem Akuntansi (Accounting System)
Sistem Akuntansi adalah bidang khusus akuntansi yang berhubungan dengan penciptaan suatu prosedur akuntansi dan peralatannya disertai penentuan langkah dalam pengumpulan dan pelaporan data keuangan.

F.      Proses perekayasaan akuntansi
1)      Tahap – tahap perekayasaan akuntansi
1.      Pencatatan transaksi – transaksi, ini berarti bahwa tiap transaksi keuangan dicatat secara kronologis dan sistematis selama periode tertentu di dalam sebuah atau beberapa buah buku yang disebut jurnal. Tiap catatan itu harus ditunjang oleh document sumbernya (nota, faktur dll)
2.         Pengelompokan transaksi – transaksi, ini berarti bahwa transaksi – transasi yang sudah dicatat dikelompokan menurut jenis – jenisnya masing – masing.
3.         Pengikhtisaran transaksi – transaksi, ini berarti bahwa secra berkala semua transaksi yang sudah dikelompokan diringkas kepada sebuah daftar tersendiri yang disebut neraca saldo.
2)      Perekayasaan akuntansi dilakukan oleh :
1.      Orang yang dianggap ahli dibidang akuntansi (para ahli).
2.      Orang yang mempunyai kekuasaan untuk menentukan peraturan pada tingkat nasional.
G.    Fungsi dan proses akuntansi
1)      Fungsi akuntansi
a)      Fungsi dasar
1.      Menciptakan sistem akuntansi
2.      Membuat prosedur untuk mencatat, menggolongkan dan memasukan secara transaksi – transaksi perusahaan.
3.      Member laporan atau keterangan pada manager untuk menyusun data aktiva anggaran.
b)      Fungsi akuntansi
1.      Menyiapkan metode dan strandar untuk mengukur ongkos yang telah dikeluarkan.
2.      Melaporkan data kuntansi
3.      Menafsirkan data akuntansi
2)      Proses akuntansi
Proses akuntansi adalah serangkaian kegiatan yang diawali dengan transaksi dan berakhir dengan penutupan buku, berakhirnya seluruh proses pencatatan pada periode tertentu karena proses ini diulang setiap periode. Dan ini disebut sebagai siklus akuntansi dan mencakup langkah – langkah utama, yaitu :
a)      Tahap pencatatan dan penggolongan
Kegiatan – kegiatan yang termasuk dalam tahap ini adalah :
1.      Penyusunan atau pembukuan bukti – bukti baik transaksi internal maupun transaksi eksternal
2.      Pencatatan kedalam jurnal, baik jurnal umum maupun jurnal khusus
3.      Posting atau pencatatan ke buku besar baik ke buku besar utama maupun buku besar pembantu
b)      Tahap pengikhtisaran atau peringkasan meliputi kegiatan
1.      Penyusunan neraca saldo
2.      Penyusunan jurnal penyesuaian
3.      Pembuatan jurnal penutup
4.      Pembuatan neraca saldo
5.      Penyusunan jurnal pembalik
c)      Tahap pelaporan dan penganalisaan
Meliputi kegiatan – kegiatan :
1.      Penyusunan laporan keuangan
2.      Pembuatan analisa laporan keuangan

III.            SISTEM DAN SIKLUS SISTEM PENGELOLAHAAN TRANSAKSI
1.      Sistem pengelolahan transaksi
Sistem pengelolahan transaksi berasal dari istilah transaction processing system ( TPS ) adalah bentuk sistem informasi paling sederhana karena fungsinya adalah mencatat data, memproses data, dan menghasilkan informasi baku. Sistem pemrosesan transaksi ( SPT) selalu dimiliki oleh entitas ( perusahaan, organisasi, instansi pemerintah ).
2.      Siklus pengelolahan transaksi
Siklus-siklus pengelolahan transaksi perusahaan, ada empat macam, yaitu :
a)      Siklus pendapatan.
Siklus pendapatan yaitu kejadian-kejadian yang berkaitan dengan pendistribusian barang dan jasa ke entitas-entitas lain dan pengumpulan pembayaran-pembayaran yang berkaitan.
b)      Siklus pengeluaran
Siklus pengluaran yaitu kejadian-kejadian yang berkaitan dengan perolehan barang dan jasa dari entitas-entitas lain dan pelunasan kewajiban-kewajiban yang berkaitan.
c)      Siklus produksi
Siklus produksi  merupakan kejadian-kejadian yang berkaitan dengan pengubahan sumberdaya menjadi barang dan jasa.
d)     Siklus keuangan
Siklus keuangan yaitu kejadian-kejadian yang berkaitan dengan peroleh dan manajemen dana-dana modal, termasuk kas.
3.      Siklus mengelolah data transaksi
Siklus pengolahan data melibatkan 4 kegiatan, yaitu :
a)      Pemasukan data ( data input )
b)      Penyimpanan data ( data storage )
c)      Pengolahan data ( data processing )
d)     Hasil informasi ( information output )
4.      Sistem informasi akuntansi
Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengolah, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi finansial dan pengambilan keputusan yang relevan bagi pihak luar perusahaan dan pihak ekstern.
5.      Siklus transaksi secara umum
Secara berurutan siklus akuntansi meliputi tahap-tahap sebagai berikut:
a)      Mendokumentasikan transaksi keuangan dalam Bukti Transaksi dan melakukan Analisis Transaksi keuangan tersebut.
b)      Mencatat transaksi keuangan dalam Buku Jurnal. Tahapan ini disebut menjurnal 
c)      Meringkas, dalam Buku Besar, transaksi-transaksi keuangan yang sudah dijurnal. Tahapan ini disebut Posting atau mengakunkan.
d)     Menentukan saldo-saldo buku besar di akhir periode dan menuangkannya dalam Neraca Saldo.
e)      Menyesuaikan buku besar berdasar pada informasi yang paling up-to-date
f)       Menentukan saldo-saldo buku besar setelah penyesuaian dan menuangkannya dalam Neraca Saldo Setelah Penyesuaian (NSSP).
g)      Menyusun Laporan Keuangan berdasar pada NSSP
h)      Menutup buku besar 
i)        Menentukan saldo-saldo buku besar dan menuangkannya dalam Neraca Saldo Setelah Penutupan.
6.      Siklus Penerimaan
Siklus penerimaan adalah pertukaran langsung dari produk akhir dan jasa menjadi kas dalam satu kali transaksi antara penjual dan pembeli. Jadi, suatu rangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pemrosesan informasi terkait yang terus berulang dengan menyediakan barang dan jasa ke para pelanggan dan menagih kas sebagai pembayaran dari penjualan-penjualan tersebut.
Tujuan siklus penerimaan :
a)      Mencatat order penjualan dengan cepat & akurat.
b)      Memeriksa kelayakan kredit pelanggan.
c)      Mengirimkan produk atau jasa sesuai hari yang ditentukan.
d)     Melakukan penagihan dengan tepat waktu dan akurat.
e)      Mencatat dan mengklasifikasikan penerimaan kas dengan cepat dan akurat.
f)       Posting penjualan dan penerimaan kas pada buku pembantu piutang yang sesuai.
g)      Mengamankan produk sampai barang dikirim
h)      Mengamankan kas sampai didepositokan
7.      Sistem pengeluaran
Siklus Pengeluaran adalah rangkaian kegiatan bisnis dan operasional pemrosesan data terkait yang berhubungan dengan pembelian serta pembayaran barang dan jasa. Tujuan siklus pengeluaran adalah untuk mengubah kas perusahaan ke dalam bentuk bahan baku fisik serta sumber daya manusia yang dibutuhkannya untuk menjalankan bisnis. Namun tujuan utama dalam siklus pengeluaran adalah untuk meminimalkan biaya total memperoleh dan memelihara persediaan, perlengkapan, dan berbagai layanan yang dibutuhkan organisasi untuk berfungsi.
8.      Sistem konversi (produksi)
Siklus konversi perusahaan mengubah (mengonversi) berbagai sumber daya input, seperti bahan baku, tenaga kerja, dan overhead, menjadi produk jadi atau jasa untuk dijual. Siklus konversi tersebut adalah yang paling formal dan tampak jelas dalam perusahaan manufaktur. Akan tetapi, siklus ini ada, secara konseptual, dalam berbagai industri jasa tertentu, seperti perawatan kesehatan, konsultasi, dan akuntan publik (KAP).
9.      Siklus Akuntansi
Siklus Akuntansi merupakan proses penyusunan suatu laporan keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan dan serta diterima secara umum prinsip-prinsip dan kaidah akuntansi, prosedur-prosedur, metode-metode, serta teknik-teknik dari segala sesuatu yang dicakup dalam ruang lingkup akuntansi dalam suatu periode tertentu.


Kamis, 05 November 2015

Hubungan Antara Lingkungan Bisnis dan Sistem Informasi Akuntansi

HUBUNGAN ANTARA LINGKUNGAN BISNIS DAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
I.    MANFAAT AKUNTASI DALAM DUNIA BISNIS
Perkembangan Teknologi Informasi telah menciptakan keunggulan kompetitif dunia usaha. Dalam beberapa decade, terlihat 4 macam teknologi yang perkembangannya relative menonjol, diantaranya adalah teknologi informasi, teknologi manufaktur, teknologi transportasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi mempunyai dampak paling dominan terhadap lingkungan bisnis. Adapun Manfaat dari Sistem Informasi Akuntansi untuk startegi bisnis yaitu :
1.    Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga bisa melakukan  aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien
2.    Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produksi, baik barang maupun jasa yang dihasilkan
3.    Meningkatkan efisiensi
4.    Meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan
5.    Meningkatkan sharing pengetahuan

II.    Pengertian Akuntasi
1.    Pengertian akuntasi dari sudut pemakai
Akuntansi dapat didefinisikan sebagai suatu disiplin yang menyediakan informasi yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan secara efisien dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan suatu organisasi. Adapun manfaat informasi akuntansi antara lain untuk:
a)    membuat perencanaan yang efektif, pengawasan, dan pengambilan keputusan oleh manajemen, dan
b)    pertanggungjawaban organisasi kepada para investor, kreditur, pemerintah, dan sebagainya.

2.    Pengertian akuntasi dari sudut proses kegiatan
Ditinjau dari sudut kegiatannya, akuntansi dapat didefinisikan sebagai suatu proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, pelaporan, dan penganalisaan data keuangan suatu organisasi. Pada dasarnya akuntansi meliputi kegiatan berikut ini:
a)    Mengidentifikasi data yang berkaitan dengan pengambilan keputusan, baik data yang berasal dari intern perusahaan maupun data yang berasal dari ekstern perusahaan.
b)    Memproses atau menganalisis data yang relevan.
c)    Mengubah data menjadi informasi yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan, misalnya untuk pengembangan usaha atau perluasan usaha, penambahan investasi, dan sebagainya.

III.    Pengertian Sistem Informasi Akuntansi
Sistem informasi akuntansi adalah sistem yang memproses data dan transaksi guna menghasilkan informasi yang bermanfaat untuk merencanakan, mengopersikan dan mengendalikan bisnis.
1.    Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi
a)    Melaksanakan tugas yang diperlukan .Perusahaan tidak memutuskan untuk melaksanakan pengolahan data atau tidak.Perusahaan diharuskan oleh undang-undang untuk memelihara catatan kegiatannya.Elemen-elemen dalam lingkungan seperti pemerintah, pemegang saham dan pemilik, serta masyarakat keuangan menuntut perusahaan agar melakukan pengolahan data. Tetapi bahkan jika lingkungan tidak memintanya, manajemen perusahaan pasti menerapkan SIA sebagai cara mencapai dan menjaga pengendalian.
b)    Berpegang pada prosedur yang relatif rendah . Peraturan dan praktek yang diterima menentukan cara pelaksanaan pengolahan data.Segala jenis organisai mengolah datanya dengan cara yang pada dasarnya sama.
c)    Menagani data yang rinci. Karena berbgai catatan pengolahan data menjelaskan kegiatan perusahaan secara rinci, catatan tersebut menyediakn jejak audit(audit trail).Jejak audit adalah kronologi kegiatan yang dapat di telusuri dari awal hingga akhir, dan dari akhir ke awal.
d)    Berfokus historis. Data yang dikumpulkan oleh SIA umumnya menjelaskan apa yang terjadi di masa lampau.Ini terutama terjadi jika pengolahan berkelompok (batch) digunakan
e)    Menyediakan informasi pemecahan masalah minimal. SIA menghasilkan sebagian output informasi bagi manajer perusahaan.Laporan akuntansi dasar seperti laporan rugi laba dan neraca merupakan contohnya.

2.    Komponen Sistem Informasi Akuntansi
Sistem Informasi Akuntansi terdiri dari lima komponen, yaitu :
a)    Orang-orang, yaitu yang mengoperasikan sistem tersebut dan melaksanakan berbagai fungsi.
b)    Prosedur-prosedur, yaitu langkah – langkah yang harus ditempuh dalam melakuka n organisasi. Baik manual maupun yang terotomatisasi, yang dilibatkan dalam mengumpulkan, memproses, dan menyimpan data tentang aktifitas-aktifitas organisasi.
c)    Data tentang proses-proses bisnis organisasi.
d)    Software, yaitu yang dipakai untuk memproses data dan organisasi.
e)    Infrastruktur atau peralatan adala suatu sarana untuk mencatat sistem informasi .






3.    Bagan Lingkungan Bisnis Sebagia Sebuah Sistem
lingkungan sistem bagan.jpg
4.    Karakteristik Sistem Perusahaan
Karakteristik sistem perusahaan, meliputi :
a)    Tujuan, yaitu mencari laba sebesar – besarnya
b)    Lingkungan, adalah segala hal yang ada di sekeliling perusahaan tetapi masih berhubungan dengan perusahaan. Contoh : konsumen, pemasok, pemerintah.
c)    Batasan, yaitu  batasan internal maupun eksternal
d)    Input, proses dan output
e)    Feedback atau umpan balik
f)     Control, dan
g)    Sub sistem
IV.    Struktur Organisasi Dalam Perusahaan
Struktur organisasi merupakan sarana bagi manajer untuk mengarahkan dan mengkoordinasi serangkaian aktivitas dan operasi dalam perusahaan. Struktur organisasi menggambarkan distribusi wewenang dan tanggung jawab setiap manajer.
a)    Ragam Struktur Organisasi
1.    Struktur Hirarki
Struktur hirarki adalah adanya hubungan antara atasan-bawahan di dalam organisasi, yang menyebabkan adanya rantai komando yang artinya adanya pelapisan atau tingkatan personil dalam suatu organisasi.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_a7g9QdFd14QpLESUwEliNw8nzgNvNdjXx6kNtkM2OufMfNe4CvBAyPfXsAjrDIYpHmRJ3dplI0dcEpPiluC-1rXFW-5D4Hymr21Sjjdkq6iVDe0kax1YYIPXp-ErMW3vFQ9aYrRze9Q/s400/diagram_hirarki.bmp
2.    Struktur Matriks 
Struktur matriks  adalah sebuah struktur yang menciptakan garis wewenang ganda dan menggabungkan departementalisasi fungsional dan produk.Struktur matriks dapat ditemukan di agen-agen periklanan, perusahaan pesawat terbang, laboratorium penelitian dan pengembangan, perusahaan konstruksi, rumah sakit, lembaga-lembaga pemerintah, universitas, perusahaan konsultan manajemen, dan perusahaan hiburan.
3.    Struktur Desentralisasi
Struktur desentralisasi adalah pendelegasian wewenang dalam membuat keputusan dan kebijakan kepada manajer atau orang-orang yang berada pada level bawah dalam suatu struktur organisasi. Pada saat sekarang ini banyak perusahaan atau organisasi yang memilih serta menerapkan sistem desentralisasi karena dapat memperbaiki serta meningkatkan efektifitas dan produktifitas suatu organisasi.
4.    Stuktur Jaringan
Struktur jaringan menggambarkan keterkaitan namun tidak berstruktur hirarki, namun lebih fleksibel dan bergerak. Seluruh proyek dan tugas berhubungan lewat jaringan komunkasi, jadi informasi dapat disebar dan keputusan dibuat dengan cepat.
V.    Hubungan Organisasi Dengan Sistem Informasi Akuntasi
Beberapa hubungan yang harus dipahami olen seorang pembuat system,adalah:
1.    Struktur organisasi menggambarkan arus informasi penting yang dihasilkan oleh SIA. Arus vertical ini menunjukan informasi yang diperlukan oleh manajer untuk menjalankan tugasnya.
2.    Struktur Organisasi menunjukan arus horisontal data transaksi yang harus ditangani oleh personel SIA.
3.    Perimbagan social antara struktur organisasi formal dengan system informasi informal yang dikenal sebagai GRAPEVINE

VI.    Sistem Opersional Perusahaan
Sistem operasional suatu perusahaan adalah kumpulan aktivitas utama perusahaan. Setiap aktivitas utama menambah nilai output perusahaan. Aktivitas ini membentuk suatu rantai melalui sumber - sumber yang diubah menjadi output akhir perusahaan. Proses yang kolektif ini disebut value chain. Contohnya adalah perusahaan manufaktur. Empat proses utamanya yaitu memperoleh bahan baku, menghasilkan barang jadi, menyimpan barang jadi, dan pengiriman barang jadi.
Keempat proses ini menunjukkan rantai dari supplier ke pelanggan. Proses yang saling berhubungan ini dapat dibagi lagi menjadi subsistem. Misalnya sistem perolehan bahan baku dapat menjadi pemesanan bahan banku, penerimaan bahan baku, dan penyimpanan bahan baku.
Sejumlah aktivitas perusahaan mendukung aktivitas utama. Aktivitas pendukung ini dibentuk oleh fungsi organisasi, termasuk keuangan, akuntansi, personalia, promosi dan staf departemen produksi. Melalui bantuan teknologi informasi baik aktivitas utama maupun aktivitas pendukung dapat dijalankan lebih efisien dan tepat waktu.
1.    SIA mempunyai dua hubungan yang dekat dengan sistem operasi,
2.    SIA memonitor dan mencatat berbagai aktivitas
SIA merupakan tindakan pemicu dalam sistem operasi, contohnya SIA membentuk order pembelian yang menyebabkan bahan baku dapat dikirim oleh suplier . Kejadian-kejadian bisnis, disebut juga transaksi, adalah langkah-langkah aktivitas keuangan dan fisik dalam perusahaan. Contohnya order barang, menerima barang, menyimpan barang, membayar barang tersebut.
Untuk memudahkan analisis kejadian bisnis suatu perusahaan dapat dikelompokkan menjadi rangkaian proses yang disebut siklus transaksi atau siklus pemrosesan transaksi. Contoh siklus transaksi pada suatu perusahaan adalah urutan kegiatannya dimulai dari pemesanan barang dan berakhir pada pembayaran barang. Berikut ini siklus transaksi yang ada pada SIA :
1.    Siklus Pelaporan Keuangan dan Buku Besar (General Ledger and Financial Reporting Cycle). Pusat dari siklus ini adalah buku besar dan laporan keuangan.
2.    Siklus Pendapatan (Revenue Cycle). Siklus ini meliputi tiga kegiatan bisnis atau transaksi : menawarkan, terjadi transaksi, dan pengiriman (penjualan) dan penerimaan uang kas.
3.    Siklus Pengeluaran (Expenditure Cycle). Siklus ini meliputi dua kejadian bisnis atau transaksi yaitu pembelian dan pengeluaran kas.
4.    Siklus Manajemen Sumber Daya Manusia (Resources Management Cycle). Siklus ini terdiri dari semua aktivitas yang berkaitan dengan sumber fisik perusahaan, meliputi kejadian bisnis sebagai berikut :
a)  memperoleh dana dari semua sumber (termasuk pemilik), menginvestasikan dana dan mengeluarkan dana
b)  memperoleh, mempertahankan dan menentukan fasilitas-fasilitas (aktiva tetap)
c)  memperoleh, menyimpan dan menjual persediaan barang dagangan
d)  memperoleh, mempertahankan dan membayar pegawai (seperti karyawan, manajer, konsulan dll)
5.    Siklus Transaksi Lainnya. Siklus lain jika perusahaan manufaktur adalah siklus produksi atau siklus konversi. Seringkali proses akuntansi dibagi menjadi 2 yakni :
a)    Siklus akuntansi keuangan. Siklus ini memperoleh dan mencatat transaksi akuntansi dalam jurnal dan buku besar. Output utamanya adalah laporan keuangan.
b)    Siklus akuntansi manajemen. Siklus ini mengumpulkan dan memproses data menjadi informasi untuk mendukung pembuatan keputusan manajerial.

VII.    Gambaran Sistem Akuntansi
1.    Pengumpulan Data
Jurnal transaksi merupakan data pertama yang dicatat. Setiap transaksi yang dicatat disimpan sesuai dengan urutan dan kronologisnya. Penting untuk membedakan setiap data yang disimpan dalam folder sesuai dengan dokumen masing-masing.
2.    Manajemen Data
Terdapat 2 tipe data akuntansi yaitu transaction files (jurnal) dan master files (buku besar). Terdapat buku besar mengenai data elements (elemen data) yang berisi detail pelanggan dan transaksi, bisa disebut buku besar pembantu.
a)    Mencatat dan menyimpan, khususnya data dalam sistem informasi akuntansi yang serupa akan disimpan bersama dalam folder.
b)    Pemeliharaan data, terdiri dari meng-update dan memodifikasi. Data update contohnya memperbaharui buku besar, sedangkan data modification merubah data pelanggan seperti nomer telepon dan alamat.
c)    Chart of accounts, merupakan kode yang ditetapkan untuk buku besar dalam SIA. Hal ini juga untuk memudahkan pemeliharaan data.
d)    Klasifikasi data dan coding, SIA mencari, mencatat, menjalankan, memperbaiki dan menghitung data menggunakan berbagai tipe dan code.

3.    Prosedur
Untuk mendapatkan dan menggunakan data diperlukan prosedur dan langkah-langkah logis. Salah satu contoh prosedur adalah pengumpulan data, pemeliharaan data dan generasi informasi. Pengumpulan data dilakukan oleh karyawan setiap hari mencatat transaksi dalam jurnal penjualan. Data utang dagang dan penjualan di perbaharui, hingga akhirnya terdapat informasi melalui buku besar.
4.    Kontrol
Sistem informasi terkadang menyediakan informasi yang kurang akurat, jika input (masukan) salah atau tidak lengkap. Begitu pula output (keluaran) akan menjadi tidak reliabel dan akurat. Berbagai pengukuran kontrol diperlukan dalam prosedur dan manajemen data untuk mencapai tujuan pengendalian yang diinginkan.






VIII.    Bahasa dan Penjelasan Sistem Informasi Akuntansi
Sistem informasi termasuk SIA, perlu dibentuk sebelum digunakan. Sistem akan melalui siklus hidup pembentukan, tahapannya: perencanaan, analisis, desain, seleksi, implementasi dan operasi. Bahasa yang digunakan haruslah tepat dan konsisten dalam menginterpretasi data dan kegiatan. Sistem documentation (sistem dokumentasi) berupa diagram, seperti flowchart atau data flow diagram.
Document flowchart merupakan dokumen yang menekankan hard-copy baik masukan dan keluaran serta arah proses melalui unit organisasi.
Peraturan Dasar Pembuatan Flowchart
1.    Dimulai dari pojok kiri atas, pada umumnya bergerak dari kiri ke kanan dan atas ke bawah.
2.    Seluruh langkah menggambarkan susunan, atau serangkaian urutan.
3.    Simbol digunakan secara konsisten.
4.    Terlihat pergerakan seluruh dokumen dan laporan dengan jelas.
5.    Dalam pergerakan seperti input-proses-output, terlihat menyerupai sandwich.
6.    Ketika dokumen melewati garis organisasi dalam flowchart, dokumen akan terlihat kembali di unit organisasi yang baru.
7.    Semua simbol berisikan label yang spesifik dan tertulis di dalam simbol.
8.    Dokumen yang terdiri dari banyak copy akan terlihat tertumpuk dan berisikan nomor dibagian pojok kanan atas  gambar.
9.    Catatan tambahan dalam simbol penjelasan harus dilampirkan secara jelas.
10. Disediakan koneksi yang cukup (cross reference).

11. Pengecualian kejadian, seperti order kembali cukup dicatat dengan jelas.

Konsep Dasar Sistem Akuntansi

PENGERTIAN SISTEM Sistem terdapat dua kelompok pendekataan, yang merujuk pada prosedurnya dan yang menitik beratkan pada elemennya. 1. Definis sistem Informasi yang menekan pada prosedurnya Yaitu hal hal yang menggerakan operasional didalam perusahaan.Suatu sistem adalah sutu jaringan kerja dari prosedur prosedur prosedur yang saling berhubungan berkumpul bersama sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk melakukan suatu sasaran tertentu. Informasi merupakan darah untuk perusahaan karena dengan informasi banyak hal yang bisa dilakukan. 2. Definisi sistem yang menekan pada elemennya Komponen komponen atau sub sub sistem dalam suatu sistem tidak dapt berdiri lepas sendiri sendiri, kompenen atau sub saling berinbteraksi dan saling berhubungan dan membentuk suatu kesatuan sebagai tujuan atau sasaran sistem tersebut dapat tercapai. KONSEP DASAR SISTEM Konsep dasar sistem adalah meliputi dari berbagai aspek dan sudut pandang yang berbeda beda sesuai dengan keterangan dala hal hal yang erkaitan dengan sistem memiliki cirri dan karakteristik sebagai berikut : 1. Konsep sistem informasi a) Sub sistem • Batas sistem (Boundary) b) Input => proses => output Alur : Data => Informasi => Keputusan => Tindakan => Hasil dari tindakan 2. Sifat dan karakter sistem a) Komponen sistem (Components) Merupakan sistem terdapat atas sejumlah komponen yang berinteraksi atau berkomunikasi yang artinya saling bekerjasama membentuk satu kesatuan. b) Batas sistem (Boundary) Merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem satu dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas suatu sistem menunjukan ruang lingkup (scope)dari sistem tersebut c) Lingkungan luar sistem (Environment) Adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengarhi operasi sistem. d) Penghubung sistem (Interface) Penghubung merupakan media antara suatu subsistem dengan subsistem yang lainnya, dengan penghubung satu subsistem yang lainnya membentuk satu kesatuan. Bagan e) Masukan sistem (Input) Masukan adalah energy yang dimasukan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan signal (signal input). f) Keluaran sistem (Output) Keluaran adalah hasil dari energy yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. g) Pengelolahan sistem (Process)] Suatu sistem dapat mempunyai bagian pengelolahan yang akan merubah masuka menjadi keluaran. h) Sasaran sistem (Objectives) atau tujuan (Goal) Suatu sistem pasti mempunyai sasaran atau tujuan jika sistem yang tidak mempunyai sasaran atau tujuan, makan opersi sistem tidaka akan ada gunanya, sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem. Suatu sistem akan dikatakan berhasil jika mengenai sasaran atau tujuan. Gambar KLASIFIKASI SISTEM Klasifikasi sistem, antara lain yaitu : 1. Sistem abstak (Abstrak System) dan Sistem Fisik (Physical System) a) Sistem abstrak Adalah sistem yang berupa pemikirana atau ide ide yang tidak tampak secara fisik b) Sistem Fisik Adalah sistem yang tampak secara fisik. 2. Sistem Alamiah Adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat oleh manusia.. Sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang oleh manusia 3. Sistem tertentu (Deterministic System) dan Sistem tak tertentu (Probabilistic System) a) Sistem tertentu adalah sistem tertentu dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. b) Sistem tak tertentu adalah kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi dan mengandung unsure probabilitas. 4. Sistem tertutup (Closed System) dan Sistem terbuka (Open System) a) Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya. b) sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem yang baik harus dirancang sedemikian rupa sehingga secara relative tertutup, karena sistem tertutup akan bekerjasama secara otomatisndan terbuka hanya untuk pengaruh yang baik saja. KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI Secara umum, data dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengelolahan fakta yang jauh lebih berharga ditambah jauh lebih bermakna untuk penerima informasiyang menjelaskan kesempatan nyata yang digunakan untuk pengambilan penentuan keputusan. Infomasi dapat berupa fakta yang telah diberi label atau mungkin diproses atau dilihat dan berkaitan dengan memanfaatkan dalam tindakan yang melibatkan penentuan pengambilan keputusan. Pengertian Data Dari Sudut Pandang Yang Berbeda 1. Menurut kamus bahas Inggris Indonesia, data diterjemahkan sebagai istilah yang berasal dari kata “datum” yang berarti fakta atau bahan bahan keterangan. 2. Dari sudut pandang bisnis, “Buisness data is idata organizations description of things (resource) and event (transaction) that is faces.” Jadi data dalam hal ini disebut sebagai data bisnis, merupakan deskripsi organisasi tentang suatu (resource) dan kejadian (transaction) yang terjadi. SIKLUS INFORMASI Siklus informasi adalah gambaran secara umum mengenai proses terhadap data sehingga menjadi informasi yang bermanfaat bagi pengguna. Informasi yang menghasilkan informasi berikutnya. Demikian seterusnya proses pengolahan data menjadi informasi. Data merupakan bentuk mentah yang belum dapat bercerita banyak, sehingga perlu diolah lebih lanjut. Data ditangkap sebagai input, diproses melalui suatu model membentuk informasi. Pemakai kemudian menerima informasi tersebut sebagai landasan untuk membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan operasional yang akan membuat sejumlah data baru. Data baru tersebut selanjutnya menjadi input pada proses berikutnya, begitu seterusnya sehingga membentuk suatu siklus informasi/Information Cycle (Tata Sutabri, 2004: 17) Data merupakan bentuk yang masih mentah yang belum dapat bercerita banyak sehingga perlu diolah terlebih dahulu. Untuk mengolah data menjadi informasi diperlukan suatu pemprosesan, dapat pula menjadi input untuk pemprosesan lainnya, sehingga membentuk suatu siklus. Berikut ini diberikan ilustrasi lebih jelas lagi tentang siklus informasi tersebut. Data yang diolah melalui suatu model menjadi informasi, kemudian informasi tersebut membuat keputusan dan melakukan tindakan, yang berarti menghasilkan suatu tindakan lain yang akan membuat sejumlah data. Data tersebut akan diangap sebagai input dan kembali diproses lewat suatu model dan seterusnya membentuk siklus, KUALITAS INFORMASI Kualitas informasi sangat dipengaruhi atau ditentukan oleh tiga hal pokok, yaitu akurasi (accuracy), relevansi (relevancy), dan tepat waktu (timeliness). (Agus Mulyanto, 2009 : 247). 1. Akurasi (Accuracy) Sebuah informasi harus akurat karena dari sumber informasi hingga penerima informasi kemungkinan banyak terjadi gangguan yang dapat mengubah atau merusak informasi tersebut. Informasi dikatakan akurat apabila informasi tersebut tidak bias atau menyesatkan, bebas dari kesalahan - kesalahan dan harus jelas mencerminkan maksudnya. Ketidakakuratan sebuah informasi dapat terjadi karena sumber informasi (data) mengalami gangguan atau kesengajaan sehingga merusak atau mengubah data-data asli tersebut. Beberapa hal yang dapat berpengaruh terhadap keakuratan sebuah informasi antara lain adalah: a) Informasi yang akurat harus memiliki kelengkapan yang baik, karena bila informasi yang dihasilkan sebagian tentunya akan memengaruhi dalam pengambilan keputusan atau menentukan tindakan secara keseluruhan, sehingga akan berpengaruh terhadap kemampuannya untuk mengontrol atau memecahkan suatu masalah dengan baik. b) Informasi yang dihasilkan oleh proses pengolahan data, haruslah benar sesuai dengan perhitungan-perhitungan yang ada dalam proses tersebut. c) Informasi harus aman dari segala gangguan (noise) dapat mengubah atau merusak akurasi informasi tersebut dengan tujuan utama. 2. Tepat Waktu (Timeliness) Informasi yang dihasilkan dari suatu proses pengolahan data, datangnya tidak boleh terlambat (usang). Informasi yang terlambat tidak akan mempunyai nilai yang baik, karena informasi merupakan landasan dalam pengambilan keputusan. Kesalahan dalam mengambil keputusan akan berakibat fatal bagi perusahaan. Mahalnya informasi disebabkan harus cepat dan tepat informasi tersebut didapat. Hal itu disebabkan oleh kecepatan untuk mendapatkan, mengolah dan mengirimkan informasi tersebut memerlukan bantuan teknologi-teknologi terbaru. Dengan demikian diperlukan teknologi-teknologi mutakhir untuk mendapatkan, mengolah, dan mengirimkan informasi tersebut. 3. Relevansi (Relevancy) Informasi dikatakan berkualitas jika relevan bagi pemakainya. Hal ini berarti bahwa informasi tersebut harus bermanfaat bagi pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan lainnya berbeda. Misalnya, informasi mengenai kerusakan infrastruktur laboratorium komputer ditujukan kepada rektor universitas. Tetapi akan lebih relevan apabila ditujukan kepada penanggung jawab laboratorium. NILAI INFORMASI Parameter untuk mengukur nilai sebuah informasi (value of information) ditentukan dari dua hal pokok yaitu manfaat (benefit) dan biaya (cost). Namun, dalam kenyataannya informasi yang biaya untuk mendapatkannya tinggi belum tentu memiliki manfaat yang tinggi pula. Menurut Sutarman (2012:14), Nilai dari informasi ditentukan oleh lima hal yaitu: 1. Untuk memperoleh pemahaman dan manfaat. 2. Untuk mendapatkan pengalaman. 3. Pembelajaran yang terakumulasi sehingga dapat diaplikasikan dalam pemecahan masalah atau proses bisnis tertentu. 4. Untuk mengekstrak inplikasi kritis dan merfleksikan pengalaman masa lampau yang menyedikan pengetahuan yang terorganisasi dengan nilai yang tinggi. Nilai ini bisa menghindari seorang menajer darimembuat kesalahan yang sama yang dilakukan oleh manajer lain sebelumnya. 5. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. Sebagian besar informasi tidak dapat ditaksir keuntungannya dengan suatu nilai uang, tetapi dapat ditaksir nilai efektivitasnya. Menurut Gordon B. Davis nilai informasi dikatakan sempurna apabila perbedaan antara kebijakan optimal, tanpa informasi yang sempurna dan kebijakan optimal menggunakan informasi yang sempurna dapat dinyatakan dengan jelas. Nilai suatu informasi dapat ditentukan berdasarkan sifatnya. Tentang 10 sifat yang dapat menentukan nilai informasi, yaitu sebagai berikut : 1. Kemudahan dalam memperoleh Informasi memiliki nilai yang lebih sempurna apabila dapat diperoleh secara mudah. Informasi yang penting dan sangat dibutuhkan menjadi tidak bernilai jika sulit diperoleh. 2. Sifat luas dan kelengkapannya Informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila mempunyai lingkup/cakupan yang luas dan lengkap. Informasi sepotong dan tidak lengkap menjadi tidak bernilai, karena tidak dapat digunakan secara baik. 3. Ketelitian (Accuracy) Informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila mempunyai ketelitian yang tinggi/akurat. Informasi menjadi tidak bernilai jika tidak akurat, karena akan mengakibatkan kesalahan pengambilan keputusan. 4. Kecocokan dengan pengguna (Relevance) Informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Informasi berharga dan penting menjadi tidak bernilai jika tidak sesuai dengan kebutuhan penggunanya, karena tidak dapat dimanfaatkan untuk pengambilan keputusan 5. Ketepatan waktu Informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila dapat diterima oleh pengguna pada saat yang tepat. Informasi berharga dan penting menjadi tidak bernilai jika terlambat diterima/usang, karena tidak dapat dimanfaatkan pada saat pengambilan keputusan. 6. Kejelasan (clarity) Informasi yang jelas akan meningkatkan kesempurnaan nilai informasi. Kejelasan informasi dipengaruhi oleh bentuk dan format informasi. 7. Fleksibilitas/ keluwesannya Nilai informasi semakin sempurna apabila memiliki fleksibilitas tinggi. Fleksibilitas informasi diperlukan oleh para manajer/pimpinan pada saat pengambilan keputusan. 8. Dapat dibuktikan Nilai informasi semakin sempurna apabila informasi tersebut dapat dibuktikan kebenarannya. Kebenaran informasi bergantung pada validitas data sumber yang diolah. 9. Tidak ada prasangka Nilai informasi semakin sempurna apabila informasi tersebut tidak menimbulkan prasangka dan keraguan adanya kesalahan informasi. 10. Dapat diukur Informasi untuk pengambilan keputusan seharusnya dapat diukur agar dapat mencapai nilai yang sempurna. KOMPONEN SISTEM INFORMASI Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut blok bangunan (building blok), yang terdiri dari komponen input, komponen model, komponen output, komponen teknologi, komponen hardware, komponen software, komponen basis data, dan komponen kontrol. Semua komponen tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lain membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasaran. 1. Komponen Input. Mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi. Input disini termasuk metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumen dokumen dasar. 2. Komponen Model. Komponen ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan. 3. Komponen Output Hasil dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua pemakai sistem. 4. Komponen Teknologi Teknologi merupakan “tool box” dalam sistem informasi, Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, neghasilkan dan mengirimkan keluaran, dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan. 5. Komponen Hardware Hardware berperan penting sebagai suatu media penyimpanan vital bagi sistem informasi.Yang berfungsi sebagai tempat untuk menampung database atau lebih mudah dikatakan sebagai sumber data dan informasi untuk memperlancar dan mempermudah kerja dari sistem informasi. 6. Komponen Software Software berfungsi sebagai tempat untuk mengolah,menghitung dan memanipulasi data yang diambil dari hardware untuk menciptakan suatu informasi. 7. Komponen Basis Data Basis data (database) merupakan kumpulan data yang saling berkaitan dan berhubungan satu dengan yang lain, tersimpan di pernagkat keras komputer dan menggunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Data perlu disimpan dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut. Data di dalam basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa supaya informasi yang dihasilkan berkualitas. Organisasi basis data yang baik juga berguna untuk efisiensi kapasitas penyimpanannya. Basis data diakses atau dimanipulasi menggunakan perangkat lunak paket yang disebut DBMS (Database Management System). 8. Komponen Control Banyak hal yang dapat merusak sistem informasi, seperti bencana alam, api, temperatur, air, debu, kecurangan-kecurangan, kegagalan-kegagalan sistem itu sendiri, ketidakefisienan, sabotase dan lain sebagainya Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.

Minggu, 24 Agustus 2014

Zona nyaman ??? hem* Ya, zona nyaman Zona dimana kita merasakan sesuatu yang nyama dan aman. Yang terkadang membuat kita terlena dizona tersebut. Senin, 18 Agustus 2014 adalah awal aku melepas zona nyamanku Pindah dari tempat kerjaku yang sudah 2 tahun sudah aku disana. Melewati banyak hal sampai aku merasa melebur menjadi satu keluarga bersama teman - temanku. Bukan sekedar teman, tapi sudah menjadi satu keluarga. Banyak hal yang aku dapatkan disana. Dari belajar tentang pekerjaan, pengambilan keputusan dalam bekerja hingga pelajaran hidup yang begitu hebat. Tepat tanggal 18 Agustus 2014, aku memutuskan untuk pindah dari tempat kerjaku yang sudah aku anggap rumah keduaku. Bukan karena aku sudah tidak betah lagi. Tapi karena satu hal yaitu, aku ingin keluar dari ZONA NYAMANku. Aku mengambil keputusan itu karena aku ingin belajar lebih diluar sana, dan mengexplore diriku. Aku tahu ini bukan berarti aku akan sukses dengan keluar dari zona nyaman ini. Tapi satu yang pasti,aku akan dapat pembelajaran lebih dari hal ini. pembelajaran hidup yang akan membuat diriku berkembang. Lebih baik keluar dari zona nyaman daripada harus stuck didalam satu zona yang tidak akan membuat diriku berkembang. So, don't ever be afraid keluar dari zona nyamanmu :) and miss u all my Team GUARDIAN POINS SQUARE : dhoraputriee@gmail.com